Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

08 April, 2010

Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang kubur


CHINA - "Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang kubur", mungkin pepatah itu selalu diingat selalu oleh seorang nenek dari China yang berusia 102 tahun ini. Ia pun tercatat sebagai siswa sekolah dasar paling tua di dunia.

Ma Xiuxian dari Jinan, Provinsi Shandong, sejak usianya 13 tahun bekerja di pabrik kapas. Tapi hingga usianya beranjak satu abad lebih, dia selalu bermimpi untuk mendapatkan kesempatan memiliki pendidikan yang lebih layak. Hingga akhirnya ia sekarang memberanikan dirinya untuk memenuhi keinginannya itu.
"Aku sangat bahagia, hingga aku akhirnya bisa mewujudkan impianku di usia senja ini," ujar Ma.

Dia sangat didukung oleh putranya yang paling bungsu yang berusia 58 tahun, Yi Fengxin. Setelah mendapatkan pelajarannya ia berujar, "Terima kasih guru, terimakasih teman-teman kelasku. Aku akan belajar dengan giat dan memberikan kontribusi bagi negara ini."

Nenek itu pun menggunakan alat bantu pendengaran untuk bisa mendengarkan penjelasan gurunya dan menggunakan kaca pembesar untuk membaca tulisan di buku.
Sekadar diketahui, Ma menikah di usianya yang ke-18. Dia membesarkan sembilan orang anak, tujuh di antaranya lulusan universitas. Demikian seperti dilansir ananova.com, Rabu (7/4/2010).

Dia mendapatkan kesempatan belajar dari salah satu sekolah setelah ia diwawancari oleh koran lokal.

Yi menjelaskan, ibunya bahkan sampai menjual perhiasannya untuk dapat membuat anak-anaknya bisa bersekolah. "Dia sangat bermimpi suatu hari nanti ia bisa bersekolah."

Sumber : http://www.duniapustaka.org

16 February, 2010

Bahasa Indonesia, Favorit Siswa Australia

16/02/2010 13:52
Liputan6.com, Darwin: Bukan hanya makanan atau budaya Indonesia yang banyak memiliki penggemar di luar negeri, tapi juga Bahasa Indonesia. Tengok saja di ruang kelas sembilan Kormilda College, Darwin, Australia. Banyak siswa sekolah menengah yang tertarik mendalami Bahasa Indonesia meski bukan pelajaran wajib.

Namun minat saja tidak cukup. Kepala Departemen Bahasa Asing Kormilda College, Greg St. Vincent, menyatakan ingin siswa belajar langsung di Indonesia. Namun ia menyadari itu tidak selalu dapat diwujudkan. "Kami ingin mengajak siswa-siswi ke Indonesia, tapi kami tidak bisa. Pada dasarnya mereka agak sulit mempelajari bahasa asing," ujar Greg St. Vincent.

Meski hanya terbatas di ruang kelas, bagi para siswa, tetap ada upaya untuk mendalami bahasa negara tetangga mereka. Lewat kemitraan dengan sekolah menengah di Indonesia, pengetahuan bertambah. Salah satu yang memungkinkan adalah program pertukaran antarsiswa maupun antarguru Indonesia dan Australia.
 

Sumber : Liputan6.com

12 December, 2009

Jebakan Kematian Menghantui Perokok Pasif

Jumat, 11/12/2009 17:05 WIB
Vera Farah Bararah - detikHealth


London, Sudah tak terhitung berapa banyak korban sakit kanker paru-paru dari orang yang bukan perokok. Terperangkap dalam lingkaran para perokok, si perokok pasif punya potensi 30 persen terkena penyakit mematikan kanker paru-paru.

Perempuan Inggris bernama Jane Dorey (40 tahun) adalah salah satu perokok pasif yang divonis terkena kanker paru-paru. Meskipun Jane tidak pernah merokok, tapi lingkungan hidupnya dulu membuatnya banyak terpapar asap rokok.

Nasi sudah jadi bubur, Jane mengaku shock menghadapi maut yang siap menjemputnya karena kanker paru-parunya yang tak bisa disembuhkan. "Selama ini saya tidak pernah merokok dan saya mengakui bahwa saya takut untuk mati," ujar Jane, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (11/12/2009).

Diakui Jane, saat berusia 20-30-an tahun, dirinya seringkali pergi ke pub yang penuh para perokok. Dia juga sempat berpacaran dengan laki-laki perokok aktif selama 6 tahun. Gara-gara meminta pasangannya untuk berhenti merokok, sang pacar menolaknya dan memilih meninggalkannya.

Jane baru mulai merasakan gejala yang tak beres di tubuhnya saat dia sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Andrew lelaki yang dicintainya. Jane mengalami batuk yang terus menerus padahal dirinya terlihat sehat dan sering beraktivitas.

"Saya akhirnya memeriksakan diri dengan melakukan X-ray dan dokter menyatakan saya terkena kanker paru-paru," kata Jane.

Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseoran menjadi perokok. Biasanya perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum lainnya seperti bar.

Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbon monoksida dalam darah, air liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin dalam tubuh.

Didapatkan lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok. Sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung dalam sebatang rokok.

Zat kimia tersebut seperti arsenik (logam berat beracun), benzene (bahan kimia dalam bensin), beryllium (logam beracun), kadmium (logam yang digunakan untuk baterai), etilen oksida (bahan kimia untuk mensterilkan alat medis), vinil klorida (zat toksik untuk membuat plastik) dan zat lainnya.

Dilansir dari National Cancer Institute, Jumat (11/12/2009), badan internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.

Diperkirakan orang yang menjadi perokok pasif berpeluang terkena kanker paru-paru 20 sampai 30 persen. Tapi jika perokok pasif tersebut tinggal bersama dengan seorang perokok aktif maka peluangnya menjadi lebih besar. Karena ada kemungkinan orang tersebut terpapar asap rokok setiap harinya, sehingga akumulasi dari zat-zat kimia tersebut semakin besar.

Beberapa penelitian lain menunjukkan asap rokok tak hanya menimbulkan kanker paru-paru saja, tapi juga kanker payudara, kanker rongga sinus hidung, leukimia, limfoma dan tumor otak pada anak-anak. Tapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk hubungannya dengan kanker-kanker ini.

Paparan dari asap rokok ini bisa mengiritasi saluran udara dan memiliki efek bahaya langsung terhadap jantung dan pembuluh darah. Di Amerika Serikat sendiri perokok pasif telah menyebabkan penyakit jantung sebesar 46.000 setiap tahunnya.

Jika Anda seorang perokok pasif dan tidak ingin terkena kanker paru-paru, sebaiknya hindari tempat-tempat yang memiliki asap rokok serta cobalah untuk tidak terlalu dekat dengan perokok. Selain itu, perbanyak makanan yang mengandung antioksidan dan terapkan pola hidup sehat.


Sumber : detikhealth.com 

27 October, 2009

20 orang terkaya di dunia n indonesia

Berikut daftar 20 orang terkaya di dunia versi Forbes:

1. William Gates III: US$ 40 miliar
2. Warren Buffett: US$ 37 miliar
3. Carlos Slim HelĂș: US$ 35 miliar
4. Lawrence Ellison: US$ 22,5 miliar
5. Ingvar Kamprad: US$ 22 miliar
6. Karl Albrecht: US$ 21,5 miliar
7. Mukesh Ambani: US$ 19,5 miliar
8. Lakshmi Mittal: US$ 19,3 miliar
9. Theo Albrecht: US$ 18,8 miliar
10. Amancio Ortega: US$ 18,3 miliar
11. Jim Walton: US$ 17,8 miliar
12. Alice Walton: US$ 17,6 miliar
13. Christy Walton: US$ 17,6 miliar
14. S Robson Walton: US$ 17,6 miliar
15. Bernard Arnault: US$ 16,5 miliar
16. Li Ka-shing: US$ 16,2 miliar
17. Michael Bloomberg: US$ 16 miliar
18. Stefan Persson: US$ 14,5 miliar
19. Charles Koch: US$ 14 miliar
20. David Koch: US$ 14 miliar

1. Sukanto Tanoto (Tan Kang Hoo) - CEO Raja Garuda Mas (RGM), 2.8 Billion $, Age 58. Saat ini perusahaannya RGM International masih bergerak dalam bidang produksi kertas, minyak kelapa dan sumber daya energi.

2. Putera Sampoerna - Sampoerna Tbk, 2.1 Billion $, Age 58
Produksi rokok kretek ketiga terbesar sebelum kemudian sahamnya
dikuasai oleh Philip Morris.

3. Eka Tjipta Widjaja & family – Sinar Mas, 2.0 billion $, Age 80

4. Rachman Halim & family - Gudang Garam, 1.8 Billion $, Age 59
Saat ini pabrik rokok merk Gudang Garam merupakan yang terbesar di Indonesia.

5. R. Budi Hartono & family - Djarum, 1.4 Billion $, Age 64
Mempunyai pabrik rokok kretek merek Djarum, yang juga diekspor ke luar negeri.

6. Aburizal Bakrie & family - Bakrie Group, 1.2 Billion $, Age 59
Saat ini bergerak di bidang infrastruktur.

7. Eddy William Katuari & family - Wings Group, 1.0 Billion $, Age 60
Usaha sabun cuci detergen merek Wing. Juga saat ini bergerak dibidang
penjualan kebutuhan rumah tangga. Juga dalam bidang real estate dan kimia.

8. Trihatma Haliman - Agung Podomoro, 900 Million $, Age 54
Bergerak di bidang real estate developer antara lain komplek perumahan dan apartemen Agung Podomoro.Juga bergerak dibidang retail.

9. Arifin Panigoro - Medco Energy International, 815 Million $, Age 61
Memiliki perusahaan minyak Medco Energy International, dan juga bergerak di bidang pengeboran minyak di Sumatera Selatan.

10. Liem Sioe Liong & family - Bogasari, Indomobil, Indofood, etc ; 800 Million $,Age 91
Membangun Salim Group dalam usaha di bidang makanan, pelayaran dan semen.
Memiliki Bank Central Asia dan Bank First Pacific.

11. Mochtar Riady & family – Banking, 570 Million $, Age 76
Penerbit majalah Forbes edisi Indonesia, juga membeli bank – bank yang sudah sekarat.

12. Peter Sondakh – Rajawali Group, 530 Million $, Age 54
Pemegang saham terbesar Rajawali Group bergerak dalam bidang telekomunikasi,
bahan-bahan keperluan rumah tangga, transportasi dan perhotelan.

13. Prajogo Pangestu – 510 Million $, Age 55
Usaha dalam bidang hasil hutan, perkayuan dan logging.

14. Martua Sitorus – Wilmar International, 475 Million $, Age 46
Dijuluki sebagai Raja minyak kelapa. Perusahaannya Wilmar International merupakan pabrik minyak kelapa
terbesar di Asia. Juga bergerak di dalam bidang perdagangan.

15. Paulus Tumewu – Department Store Ramayana, 440 Million $, Age 54
Pemilik Department Store Ramayana, sejak 1978.

16. Murdaya Poo and Siti Hartati Cakra – Murdaya Groups, 430 Million $, Age 65 and 60
Pemilik Murdaya Group yang dikenal juga dengan nama Berca Group di tahun 1990. Konglomerat dalam bidang perkayuan dan agen sepatu Sneakers.

17. Husein Djojonegoro & family – ABC Groups, 360 Million $, Age 57
Pemilik ABC Group, bergerak di bidang pabrik anggur, makanan, pasta gigi dan baterai.

18. Chairul Tanjung – 310 Million $, Age 44
Para Group yang bergerak di bidang jasa-jasa finansiel, penyiaran, property dan energi.

19. Hadi Surya – Berlian Ladju, 305 Million $, Age 70
Usaha kapal tanker dengan nama Berlian Ladju dengan armada sebanyak 50 kapal tanker.

20. Tan Kian – Hotel, 300 Million $, Age 48
Ikut memiliki Marriott Hotel dan Ritz Carlton Hotel dan mendirikan Pacific Place sebuah komplek pertokoan dan proyek hotel.


Sumber http://www.forumbebas.com/printthread.php?tid=85341

20 October, 2009

Jakarta Kota Terbersih Ketiga di Asia?


Selasa, 20 Oktober 2009 | 12:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta Peny Susanti memberikan kabar gembira. Meski tidak menyebut sumbernya, ia menyatakan Jakarta sekarang sudah masuk kota terbersih ketiga di Asia.
 Menurut dia, penilaian internasional itu sangat membanggakan, mengingat 20 tahun lalu Jakarta termasuk kota terkotor di dunia.
"Saya sangat surprise bahwa Jakarta itu sudah bersih se-Asia nomor tiga," kata Peny dalam acara pembukaan Uji Emisi Kendaraan Bermotor di Kantor Wali Kota Jakarta, Selasa (20/10).
Ditambahkan, Jakarta kini hanya setingkat di bawah Singapura dan Surabaya jika diukur dari kualitas debu, khususnya partikel debu. Ukuran partikel debu Jakarta 68,5 mikrogram per meter kubik. Sedangkan standar normalnya 150 mikrogram per meter kubik.
"Untuk kualitas debu, khususnya partikel debu, yang paling bersih adalah Singapura dengan partikel debu 30 mikrogram per meter kubik. Kedua adalah Surabaya 60 mikrogram per meter kubik, dan ketiga adalah Jakarta, 68,5. Standarnya adalah 150 mikrogram per meter kubik," katanya bangga.

Sekilas memang kita tidak percaya dengan berita ini. Jakarta di kalangan rakyat Indonesia, lebih cenderung ke arah kotor, termasuk polusi udara. Memang perlu ditelaah lebih jauh lagi kriteria-kriteria sehingga Jakarta bisa disebut kota terbesih ketiga di asia untuk kualitas debu dan sumber mana yg memberikan pernyataan seperti itu. Tapi, disamping semuanya ini, kita semestinya bangga atas prestasi ini. Tentunya kita harus terus meningkatkan tingkat kebersihan agar penduduk bisa merasa nyaman tinggal di kota Jakarta.
 
Free Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design